Friday, 30 March 2012

Polda Metro bantah pakai peluru karet

Sindonews.com - Polda Metro Jaya terus membantah jika anggotanya menggunakan peluru karet saat bentrok di Jalan Diponegoro di Jakarta Pusat. Seluruh anggota yang diterjunkan untuk menghadapi aksi unjuk rasa hanya dibekali senjata gas air mata.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Rikwanto menyatakan, tidak ada anggota di lapangan yang menggunakan peluru karet. Sebab, hanya gas air mata saja yang dibawa anggota turun ke lapangan. 

''Jadi, di sini perlu saya luruskan bahwa tidak benar petugas menggunakan peluru karet apalagi peluruh tajam," tandas Rikwanto saat dihubungi Sindonews, Jumat (30/3/2012).

Polisi Sempat akan Angkut 18 Mahasiswi ke Polda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di samping 52 mahasiswa peserta unjuk rasa antikenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), polisi juga mendapati 18 mahasiswi yang berada di kantor yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), kamis (29/3) malam.
Namun, para mahasiswi itu batal ikut dibawa ke Markas Polda Metro Jaya dengan jaminan YLBHI karena mereka tidak ikut terlibat unjuk rasa yang berakhir bentrok dengan polisi di kawasan Jalan Diponegoro dan Salemba, tadi petang.

Sebanyak 18 mahasiswi itu berasal dari pelbagai perguruan tinggi di Jakarta dan kota-kota lain, seperti Bogor, Bekasi, Cirebon, dan Yogyakarta. ''Kami (mahasiswi) enggak ikut berunjuk rasa, tapi kami berada di YLBHI karena diajak teman-teman mahasiswa,'' kata Dian, mahasiswi Universitas Jayabaya, Jakarta. 

Ia juga menjelaskan bahwa polisi telah salah sasaran dengan menangkap 52 rekan mahasiswanya. Padahal, mereka adalah peserta unjuk rasa yang berlangsung pada Rabu (28/4) dan sedang berkumpul di YLBHI.

Pengikut